Tuesday, November 20, 2018

Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan



Masyarakat Pedesaaan dan Masyarakat Perkotaan



Pengertian Masyarakat Pedesaan

Secara Umum masyarakat desa sering diartikan sebagai masyarakat tradisional dari masyarakat primitif (sederhana). Namun pandangan tersebut sebetulnya kurang tepat, karena masyarakat desa adalah masyarakat yang tinggal di suatu kawasan, wilayah, teritorial tertentu yang disebut desa. Sedangkan masyarakat tradisional adalah masyarakat. yang menguasaan ipteknya rendah sehingga hidupnya masih sederhana dan belum kompleks. Memang tidak dapat dipungkiri masyarakat desa dinegara sedang berkembang seperti Indonesia, ukurannya terdapat pada masyarakat desa yaitu bersifat tradisional dan hidupnya masih sederhana, karena desa-desa di Indonesia pada umumnya jauh dari pengaruh budaya asing/luar yang dapat mempengaruhi perubahan-perubahan pola hidupnya.


Pengertian Masyarakat Perkotaan

Masyarakat Perkotaan ialah Masyarakat yang dihuni oleh orang-orang yang bersifat heterogen (identitas ras, etnis, agama dan budaya yang beragam.) kedudukan sosialnya. Masyarakat kota ini pada dasarnya  telah mengikuti dampak dari era globalisasi sehingga dapat sering kali pada umumnya muncullah suatu individualisme yakni kurang nya rasa sosialisasi antara orang lain.



Perbedaan Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan

Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan dapat dilihat dari ciri-ciri berikut
1.     Masyarakat Pedesaan
      • Hubungan antar-warganya sangat erat
      • Pada umumnya hidup dari penghasilan pertanian
      • Rasa persaudaraan yang sangat kuat antara masyarakat
      • Orang yang berusia tua memegang peranan penting dalam sebuah tradisi yang disebut pimpinan formal
      • Patuh terhadap nilai-nilai dan norma yang berlaku di desanya (Tradisi)
      • Ketergantungan terhadap alam tinggi
2.     Masyarakat Perkotaan
      • Kehidupan keagamaannya berkurang, kadangkala tidak terlalu dipikirkan karena memang kehidupan yang cenderung kearah keduniaan saja.
      • Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus berdantung pada orang lain (Individualisme)
      • Pembagian kerja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
      • Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota.
      • Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting, intuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.
      • Perubahan-perubahan tampak nyata dikota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.


Hubungan Kota dan Desa
Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komonitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat hubungan yang erat. Bersifat ketergantungan, karena diantara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung pada dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan bahan pangan seperti beras sayur mayur, daging dan ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi bagi jenis jenis pekerjaan tertentu dikota. Misalnya saja buruh bangunan dalam proyek proyek perumahan. Proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan dan tukang becak. Mereka ini biasanya adalah pekerja pekerja musiman. Pada saat musim tanam mereka, sibuk bekerja di sawah. Bila pekerjaan dibidang pertanian mulai menyurut, sementara menunggu masa panen mereka merantau ke kota terdekat untuk melakukan pekerjaan apa saja yang tersedia.







Daftar Pustaka :

https://taufikhidayah21.wordpress.com/tag/pengertian-masyarakat-perkotaan/
https://www.kompasiana.com/wahyuputri/54f954d1a33311ae068b4ca1/pengertian-masyarakat-desa







No comments:

Post a Comment