Pemuda
dan Sosialisasi
Pengertian Pemuda
Pemuda adalah individu dengan
karakter yang dinamis, bahkan bergejolak dan optimis namun belum memiliki
pengendalian emosi yang stabil. Pemuda merupakan generasi penerus bangsa yang
masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat
melanjutkan ataupun mengembangkan bangsa atau negara agar lebih maju.
Pengertian Sosialisasi
Sosialisasi adalah beberapa individu yang
membaur atau berkomunikasi di dalam kehidupan bermasyarakat, dan mereka
beraktifitas saling membantu dan menolong karena ada visi dan misi tertentu
yang ingin mereka capai, Terdapat beberapa pengertian Sosialisasi menurut para
ahli di antaranya.
1.
Charlotte Buhler
Menurut Charlotte Buhler pengertian sosialisasi adalah suatu
proses yang membantu anggota masyarakat untuk belajar dan menyesuaikan diri
terhadap bagaimana cara hidup dan bagaimana cara berpikir kelompoknya, agar ia
dapat berperan dan berfungsi dalam kelompok tersebut.
2.
Greenberg
Menurut Greenberg pengertian sosialisasi
adalah suatu proses untuk mentransformasikan individu kepada pihak luar agar
dapat ikut serta berpartisipasi secara aktif sebagai anggota suatu organisasi.
3.
Gibson
Menurut Gibson arti sosialisasi adalah
sebuah aktivitas dari organisasi untuk mewujudkan dan mengintegrasikan tujuan
organisasi maupun individu. Sehingga dari dua pengertian sosialisasi tersebut
terdapat dua kepentingan yang berbeda, yakni kepentingan individu dan
kepentingan organisasi.
4.
Robert M.Z. Lawang
Menurut Robert M.Z. Lawang arti sosialisasi adalah proses
mempelajari norma, nilai, peran, dan semua persyaratan lainnya yang diperlukan
untuk memungkinkan berpartisipasi yang efektif dalam kehidupan sosial
Pemuda Dan Permasalahannya
Saat ini pemuda zaman sekarang, masih
terkesan acuh terhadap masalah-masalah sosial di lingkungannya. Pemuda-pemuda
saat ini telah terpengaruh dalam hal pergaulan bebas, penyalahgunaan narkotika,
kenakalan remaja, bahkan kemajuan teknologi pun yang seharusnya membuat mereka
lebih terfasilitasi untuk menambah wawasan ataupun bertukar informasi justru
malah disalahgunakan. Peranan pemuda saat ini dalam sosialisasi bermasyarakat
menurun drastis. Mereka lebih mengutamakan kesenangan untuk dirinya sendiri dan
lebih sering bermain-main dengan kelompoknya. Terdapat beberapa permasalahan
umum yang dihadapi oleh generasi muda sekarang
- Menurunnya jiwa idealisme, patriotisme, dan nasionalisme dikalangan masyarakat, termasuk jiwa pemuda.
- Kurangnya rasa kepastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya.
- Belum seimbang nya antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia, baik formal dan informal. Tingginya jumlah putus sekolah yang tidak hanya merugikan generasi muda sendiri, tetapi juga merugikan bangsa.
- Kekurangan lapangan dan kesempatan kerja serta tingginya tingkat pengangguran, dan setengah pengangguran dikalangan generasi muda mengakibatkan berkurangnya produktivitas nasional dan memperlambat kecepatan laju perkembangan pembangunan nasional serta dapat menimbulkan berbagai problem sosial lainnya.
- Masih banyaknya perkawinan dibawah umur.
- Penyalahgunaan obat narkotika dan zat adiktif lainnya yang merusak fisik dan mental bangsa.
- Masuknya budaya barat yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa kita yang dapat merusak mental generasi muda.
- Masih merajalelanya kenakalan remaja dan permasalahan lainnya.
Sosialisasi Pemuda
Menurut pendapat George
Herbet Mead bahwa sosialisasi yang akan dilalui seseorang dibedakan melalui
tahap persiapan (Preparatory Stage), tahap meniru (Play Stage), tahap siap
bertindak (Game Stage), tahap penerimaan norma kolektif (Generalized Stage /
Generalized Other).
1.
Tahap Persiapan (Preparatory Stage)
Tahap ini dialamai oleh setiap manusia
sejak dilahirkan, moment seorang anak menyiapkan diri mengenal dunia sosialnya.
Tahap ini anak mulai meniru kegiatan yang dilakukan orang tuanya atau orang di
sekitarnya. Contoh: seorang ibu mengajarkan mengeja kata “mamah” balita akan
mencoba mengucapkan kata yang diulangi ibunya, mesti tidak sempurna diucapkan
“myamyah”. Seiring anak tumbuh lama-kelamaan anak dapat memahami makna kata
mamah tersebut dengan kenyataan bahwa ibunya adalah mamahnya.
2.
Tahap Meniru (Play Stage)
Pada tahap ini semakin sempurna seorang
anak meniru peran yang dilakukan orang dewasa. Anak menyadari tentang yang
dilakukan orang disekitarnya. Pada tahap ini kemampuan untuk menempatkan diri
dengan posisi orang lain mulai terbentuk.
3.
Tahap Siap Bertindak ( Game Stage)
Di tahap peniruan sudah berkurang lalu
digantukan peran yang dimainkan secara langsung dengan kesadaran penuh. Pada
tahap ini hubungan dengan lawan interkasi semakin kompleks, dan si Individu
mulai berhubungan dengan teman sebayanya di luar rumah. Secara bertahap
peraturan-peraturan yang berlaku mulai dipahami.
4.
Tahap Norma
Kolektif (Generalized Stage/Generalized other)
Seseorang telah dianggap
dewasa pada tahap ini, karena sudah bisa menempatkan dirinya pada posisi
masyarakat secara luas. Kata lainnya, seseorang bersika tenggang rasa mulai
dari orang-orang yang dikenalnya dan juga dengan masyarat luas. Manusia ini
sadar pentingnya peraturan di sekitarnya. pada tahap ini ia telah menjadi warga
masyarakat dalam arti sepenuhnya.
Daftar Pustaka :
No comments:
Post a Comment