Sebuah Usaha Melupakan
Boy Candra
Judul buku : Sebuah Usaha Melupakan
Nama pengarang : Boy Candra
Nama penerbit : Mediakita
Kota Penerbit : Jakarta Selatan
Tahun terbit : 2017
Tebalan buku : 306 halaman
Jenis buku : Kumpulan Cerita
ISBN : 978–979–794–520–6
Sinopsis
Setelah hari hari yang sedih berlalu. Bulan bulan pahit memulihkan diriku. Aku menyadari satu hal ; yang bukan untukku, sekeras apapu kupaksakan, tetap saja tak akan menjadi milikku. Yang kuperjuangkan sekuat usahaku, jika kau tak memperjuangkan sepenuh hatimu, tetap saja kita akan berlalu.
Hidup terlalu pendek untuk dihabiskan dengan kesedihan berkepanjangan. Aku belajar menerima diri ; bahwa aku memang bukan orang yang kau inginkan . kelak, suatu hari nanti kau juga harus belajar menyadari. Bahwa kau sudah kulupakan dan bukan orangyang penting kemudian.
Kelebihan
Bagi yang galau namum belum membaca Buku yang dituliskan oleh Boy Candra ini anda harus membacanya karena buku ini memiliki banyak sekali kutipan-kutipan yang sangat menarik, buku ini mengajarkan kepada kita semua untuk tetap realistis dengan kutipan kutipan bijka dalam novel tersebut untuk move on, buku ini Memberi suntikan motivasi yang kuat untuk menatap masa depan dengan tekad yang kuat pula. Buku ini terasa nyaman di-mata karena ditulis menggunakan huruf (font) yang jelas.
Kekurangan
Namun sangat disayangkan buku ini memiliki genre yang mellow, mungkin akan kurang suka dengan hasil karya karyanya. Karena cerita nya yang itu itu saja. Dan buku ini memiliki cukup banyak kesalahan dalam buku ini seperti typo dan juga kata-kata yang tidak ber-spasi yang akan menganggu saat membaca, buku ini juga memperlihatkan alur yang sepertinya berantakan sehingga membuat pembaca akan kebingungan curhatan tentang ‘aku dan kamu’ yang tak berakhir menjadi ‘kita’ ini biasa banget. Nggak greget. Mungkin karena penyampaiannya yang datar dan berulang-ulang jadi bikin bosen dan terkesan bertele-tele. Karakter tokohnya juga tidak begitu kuat juga Buku tersebut memperlihatkan kejelasan seseorang yang galau, penuh sindiran, dan layaknya membaca buku harian seseorang yang meratapi nasibnya karena ditinggalkan cinta.

No comments:
Post a Comment